Animasi Tradisional - Muhammad Reza RF
Pendahuluan
Selamat datang di Blog saya, tepatnya di Artikel saya. Disini saya akan membahas tentang " Animasi Tradisional " secara rinci, sekaligus ingin menuntaskan tugas sekolah saya melalui artikel yang saya buat ini, semoga bermanfaat untuk saya dan kalian semua pembaca blog saya. Pembahasan artikel kali ini meliputi :
- Definisi Animasi Tradisional
- Karakteristik / Ciri Ciri Animasi Tradisional
- Jenis - jenis Animasi Tradisional
- Cara Kerja Animasi Tradisional
Untuk mendapatkan gambaran mengenai animasi tradisional mungkin saat ini pun banyak, sering melihat film-film animasi yang juga sering disebut film kartun, film tersebut merupakan salah satu jenis film animasi yang tergolong animasi tradisional, namun film kartun saat ini sudah menggunakan bantuan komputer pada proses pembuatannya, sementara animasi tradisional zaman dulu masih menggunakan alat-alat tradisional.
I. Definisi Animasi Tradisional
Menurut Ibiz Fernandes animasi definisikan sebagai berikut :
“Animation is the process of recording and playing back a sequence of stills to achieve the illusion of continues motion.”
Artinya kurang lebih adalah: “Animasi adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembali serangkaian gambar statis untuk mendapatkan sebuah ilusi pergerakan.” Berdasarkan arti harfiah, animasi adalah menghidupkan.
Animasi Tradisional adalah tehnik animasi yang paling umum dikenal sampai saat ini. Tradisional animasi juga sering disebut Cel Animation karena teknik pengerjaannya dilakukan pada celluloid transparent. Mentransfer satu frame ke frame lain, membersihkan cels plastik, cat tangan, dan kemudian film secara berurutan atas gambar latar belakang. Proses ini membutuhkan tim seniman, seniman clean-up (tim yang membuat gambar kasar jadi lebih rapi), pelukis, sutradara, seniman latar belakang, dan kru film / kamera, bersama dengan seniman storyboard dan penulis naskah untuk bekerja di luar konsep asli, untuk proyek skala besar, jumlah waktu, tenaga , dan peralatan yang terlibat juga berjumlah sangat banyak. Pada pembuatan animasi tradisional, setiap tahap gerakan digambar satu persatu di atas cel.
II. Ciri Ciri Animasi Tradisional
- Pembuatannya dikerjakan secara manual menggunakan Tangan
- Proses penggerakannya memakai banyak frame
- Dibuat dari berlembar lembar kertas gambar Celluloid
- Tehnik yang digunakan dalam membuat animasi sudah sangat lampau
III. Jenis Jenis Animasi Tradisional
Berikut jenis animasi tradisional yang dikenal pada zaman dahulu.
a. Zoetrope (180 AD; 1834)
Zeotrope adalah alat atau perangkat
yang menghasilkan gambaran atau ilusi akibat pergerakkan cepat pada gambar yang
statis. Awalnya alat ini
diciptakan di
china sekitar 180 Masehi oleh penemu Ting Huan. Terbuat dari kertas tembus atau panel mika. Lalu Zoetrope modern baru diproduksi pada tahun 1834 oleh William George Horner
Pada dasarnya alat ini adalah sebuah silinder
dengan celah vertical disekitar sisi, sekitar tepi bagian dalam dari silinder
ada serangkaian gambar di sisi berlawanan dengan celah. Saat silinder diputar, kemudian akan terlihat melalui celah untuk
melihat ilusi pergerakannya. Zoetrope ini masih digunakan dalam program animasi untuk menggambarkan
konsep awal animasi.
b. Lentera Ajaib
Lentera Ajaib adalah pendahulu dari proyektor modern. Tersusun dari lukisan minyak tembus dan lampu sederhana. Bila disatukan dalam sebuah ruangan gelap, gambar akan muncul lebih besar pada permukaan yang datar. Athanasius Kircher berbicara tentang hal ini berasal dari China pada abad ke-16. Beberapa slide untuk lentera berisi bagian bagian yang bisa digunakan secara mekanis untuk menyajikan Gerakan terbatas di layer.
c. Thaumatrope (1824)
Thaumatrope adalah sebuah mainan sederhana yang digunakan di era Victoria. Thaumatrope adalah disk lingkaran kecil atau kartu dengan dua gambar yang berbeda disetiap sisi yang elekat pada seutas tali atau sepasang string berjalan melalui pusat. Ketika string memutar mutar cepat diantara jari, dua gambar akan muncul untuk bergabung menjadi satu gambar. Thaumatrope ini menunjukkan fenomena Phi, kemampuan otak untuk terus merasakan gambar.
d. Phenakistoscope (1831)
Phenakistoscope adalah sebuah alat animasi yang sederhana yang terbuat dari sebuah cakram kertas yang berisi beberapa bingkai yang diputar dengan kecepatan tertentu sehingga menimbulkan efek animasi. Alat Ini diciptakan pada tahun 1831 bersamaan dengan belgia dan Joseph Plateau Simon von Stampfer Austria.
e. Flip Book ( Buku Flip ) (1868)
Flip book / Buku Flip pertamakali dipatenkan pada 1868 oleh John Barnes Linner. Flip Book ini akan membawa kita lebih dekat dengan animasi Modern. Seperti zoetrope, flip book juga menciptakan ilusi gerak, sebuah buku dengan serangkaian gambar yang beragam dari satu laman ke laman berikutnya, yang saat laman laman tersebut dibolak balikkan secara cepat.
f. Praxinoscope (1877)
Praxinoscope adalah perangkat animasi, penerus zoetrope. Alat ini ditemukan oleh ilmuwan prancis Charles – Emile Reynaud yang merupakan versi lebih canggih dari zoetrope. Alat ini menggunakan mekanisme dasar yang sama yaitu strip gambar ditempatkan pada bagian dalam silinder berputar, melihatnya bukan melalui celah, tapi dilihat dalam serangkaian kecil cermin stasioner di setiap bagian dalam silinder, sehingga animasi akan tinggal ditempat, dalam memberikan gambar lebih jelas dan kualitas yang lebih baik. Reynaud juga mengembangkan versi yang lebih besar dari praxinoscope yang dapat diproyeksikan ke sebuah layar, yang disebut Optique Théâtre.
IV. Cara Kerja Animasi Tradisional
- Penutup








Mantap!. Kita banyak belajar nih dari mas Rezha.
BalasHapusSelalu dapat ilmu baru.. Semangat terus buat rutin uploadnya
#titikduapi
Alhamdulillah, Terimakasih atas respon positifnya Mang Amay.
HapusLengkap penjelasannya. Terimakasih
BalasHapusTerimakasih kembali karena telah memberikan respon yang positif :)
Hapus